Menikmati Rokok Tanpa Asap di House of Sampoerna

house of sampoerna, museum surabaya, museum rokok, rokok kretek, gedung antik, gedung tua surabaya, wisata surabaya

Menjelajahi kawasan Surabaya Utara rasanya tidak lengkap jika belum mampir ke House of Sampoerna (HOS) yang merupakan destinasi jalan-jalan yang cukup populer di kota ini. HOS merupakan sebuah komplek wisata dengan atraksi utama berupa museum yang menampilkan riwayat perusahaan Sampoerna sebagai salah satu produsen rokok terbesar di negeri ini. HOS terletak di Jalan Taman Sampoerna no. 6, hanya sekitar 400m dari lokasi bangunan eks-penjara Kalisosok yang mudah dikenali karena dinding-dinding tingginya dihiasi oleh mural warna-warni. Selain museum, di komplek ini juga terdapat galeri, kios cinderamata, kafe, dan pabrik rokok yang masih aktif beroperasi di gedung bagian belakang. Ada juga rumah liburan pribadi milik keluarga Sampoerna yang terletak di gedung sayap sisi Barat komplek.

Begitu memasuki komplek HOS, perhatian pengunjung akan segera tertuju pada sosok bangunan utama yang bergaya kolonial, dengan teras yang disangga oleh empat pilar yang jika diamati seksama tampak menyerupai batang-batang rokok. Begitu melangkah lebih dekat, pengunjung akan menemui pintu masuk kayu berdaun ganda yang dihiasi kaca patri bermotif. Kesan gagah dan kaku pada muka depan bangunan yang dominan abu-abu segera luruh begitu pintu tersebut terbuka. Selain karena sapaan dari petugas museum yang ramah, suasana ruang dalam bangunan juga terasa hangat oleh warna-warna pastel dan pencahayaan bernuansa kuning temaram. Sebuah kolam koi bundar dengan suara gemericik air pun turut menyambut pengunjung tepat dibalik pintu.

 

Pada ruangan pertama museum, pengunjung dapat menikmati sejarah Liem Seng Tee, pendiri perusahaan Sampoerna, dalam merintis awal mula bisnisnya. Di sini ditampilkan replika warung yang dipakai Seeng Tee menjajakan produk rokoknya pertama kali, juga sepeda angin dan meja kerja yang dipakainya kemudian. Ada pula koleksi foto-foto keluarga dan beberapa barang pribadi yang memiliki nilai historis bagi anggota keluarga ini. Di salah satu sudut, terpacak miniatur bangunan brick oven, yaitu bangunan bata yang digunakan oleh petani tembakau tradisional untuk mengeringkan daun-daun tembakau yang telah panen. Di sampingnya, terdapat contoh tembakau kering yang telah dicacah secara manual dan diwadahi dalam besek-besek berukuran besar. Ditambah sebuah alat giling, benda-benda ini menunjukkan tahapan awal proses pengolahan tembakau sebelum menjadi rokok. Besek-besek berisi tembakau tadi tak pelak menguarkan aroma khas tembakau yang tercium ke seluruh ruangan. Tak hanya sedap, aroma tersebut membuat atmosfer bangunan sebagai museum perusahaan rokok pun jadi terasa lebih hidup.

 

Beranjak ke ruangan berikutnya, pengunjung disuguhi beragam koleksi korek api dan pemantik, termasuk beberapa wadah korek api yang bentuknya unik. Pada salah satu sisi dinding ruangan, terpasang potret dewan direksi perusahaan yang terbaru. Pada sisi lain, deretan foto sephia menggambarkan bagaimana pekerja-pekerja zaman dahulu memproduksi rokok. Beberapa lukisan juga dipajang di ruangan ini. Tentunya, yang temanya tidak jauh dari rokok dan tembakau. Tak ketinggalan, di ruangan ini dipajang pula sepasang brankas penyimpanan antik buatan Panama yang tampak berdiri di salah satu sisi ruangan.

house of sampoerna, museum surabaya, museum rokok, rokok kretek, gedung antik, gedung tua surabaya, wisata surabaya
Lebih dalam lagi menuju ruangan ketiga sekaligus ruangan terakhir di lantai pertama bagi pengunjung. Ruangan ini merupakan ruangan yang paling luas dengan koleksi yang sangat beragam. Begitu memasuki ruangan dan menoleh ke kiri, pengunjung dapat melihat pernak-pernik pajangan dari Sampoerna Marching Band, yaitu grup marching band yang beranggotakan 234 pekerja pabrik rokok Sampoerna. Grup tersebut sempat dua kali (1990 & 1991) mengikuti kejuaraan Tournament of Roses di Pasadena, California, Amerika Serikat. Pada tahun 1990, grup ini bahkan berhasil meraih gelar juara. Di dekat display marching band tersebut, ditata sejumlah perangkat pencetak bungkus rokok yang pada zaman dulu masih diproduksi manual.

house of sampoerna, museum surabaya, museum rokok, rokok kretek, gedung antik, gedung tua surabaya, wisata surabaya, marching band

Sementara itu, di sisi lain ruangan, tepatnya di sebelah kanan, dipajang sebuah sepeda motor antik milik perusahaan dan kereta kencana yang sering digunakan Seeng Tee dalam acara-acara khusus. Di dekatnya, terdapat pajangan contoh perangkat laboratorium pertama digunakan dalam meracik formula rokok sebelum digantikan peralatan yang lebih modern pada saat ini. Masih di ruangan yang sama, ada pula replika kios rokok kecil seperti yang sering kita temui di pinggir-pinggir jalan.

 

Dari sejumlah barang koleksi yang ditampilkan di ruangan ketiga ini, yang paling menarik barangkali adalah display yang memamerkan berbagai merek rokok keluaran Sampoerna. Ditata dalam lemari-lemari kaca, jajaran bungkus-bungkus rokok beraneka warna tersebut seperti menceritakan sejarah panjang bisnis perusahaan Sampoerna. Berbagai varian produk rokok yang pernah dirilis oleh perusahaan ini ditampilkan, mulai dari edisi lama yang sudah tidak lagi diproduksi hingga produk-produk mereka yang terbaru. Termasuk diantaranya, beberapa produk rokok edisi khusus, seperti rokok yang bungkusnya bergambar lambang Garuda Pancasila yang hanya disajikan di Istana Presiden dan Wakil Presiden. Selain itu, dipamerkan pula beberapa varian khusus rokok Sampoerna yang dipasarkan di luar negeri, menunjukkan bahwa jaringan distribusi Sampoerna cukup luas hingga berhasil menjangkau mancanegara.

house of sampoerna, museum surabaya, museum rokok, rokok kretek, gedung antik, gedung tua surabaya, wisata surabaya, koleksi bungkus rokok,

Tuntas menjelajahi lantai pertama museum, dari ruangan ketiga perjalanan hanya bisa diteruskan menuju lantai dua. Ruangan di lantai dua ini tidak lagi diisi oleh koleksi pajangan, melainkan sejumlah cinderamata yang dijual bagi turis atau pengunjung yang berminat. Cinderamata tersebut berupa kaos, kain batik, serta pernak-pernik lainnya. Beberapa petugas pun terlihat berjaga untuk melayani pembelian.

house of sampoerna, museum surabaya, museum rokok, rokok kretek, gedung antik, gedung tua surabaya, wisata surabaya, pekerja pabrik rokok sampoerna

Tetapi, atraksi utama dari ruangan di lantai dua ini sebenarnya adalah pemandangan aktivitas pabrik rokok yang ada tepat di belakang gedung museum. Dari sekat kaca yang terpasang di lantai dua, pengunjung bisa melihat ruangan utama pabrik yang berupa hall yang luas dan tinggi. Jika datang saat hari dan jam kerja normal, pengunjung dapat menyaksikan ratusan pekerja wanita memproduksi rokok secara manual, mulai dari melinting, menggunting dan merapikan ujung rokok, mengelem, hingga mengepak bungkus rokok. Yang unik adalah bagaimana mereka melakukannya dengan sangat tepat dan luar biasa cepat, nyaris seperti mesin (konon, kecepatan produksi para pekerja tersebut mencapai 325 batang rokok per jam!).

 

Agar pengunjung bisa mengamati lebih dekat, pengelola museum menyediakan sebuah ruangan kecil dengan sekat kaca di lantai dua. Di situ, beberapa pekerja tampak menyelesaikan pekerjaan sebagaimana rekan-rekannya yang ada di pabrik di bawah. Pengunjung pun dapat mengamati langsung betapa luar biasa terampil dan cekatannya mereka bekerja. Pengalaman tersebut sekaligus menjadi klimaks perjalanan menjelajahi museum ini. Tetapi, jika masih ingin bersantai, pengunjung bisa menyambangi kafe yang terletak di sebelah gedung museum di sisi Timur komplek. Yang jelas, sepulang dari HOS, pengunjung bisa membawa status baru sebagai seorang penikmat rokok, meskipun tidak pernah benar-benar menghirup asapnya. (fzi)

 

House of Sampoerna

Taman Sampoerna 6
Surabaya 60163
Indonesia

Tel. +62 31 353-9000
Fax. +62 31 353-9009

E-mail: hos.surabaya@sampoerna.com

Website: http://houseofsampoerna.museum/

 

Buka setiap hari sepanjang tahun, kecuali libur Idul Fitri.

Museum, Toko Souvenir, & Galeri:  09.00 – 22.00 WIB

Kafé: 11.00 – 22.00 WIB

 

***

Sumber Gambar

Foto 1,2: flickr.com

Foto 3,4: dokumentasi AICT/ Nur Kholifah

Foto 5: eastjava.com

 

PENULIS:

Ronny Fauzi | an architecture student; knowledge enthusiast; AICT Surabaya

 

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Ronny Fauzi says:

    Reblogged this on Ronny Fauzi and commented:

    House of Sampoerna merupakan salah satu destinasi wisata yang cukup populer di Surabaya. Saya pribadi sudah berkali-kali berkunjung ke sini dan dengan senang hati akan merekomendasikan tempat ini sebagai salah satu jujugan yang patut disambangi jika pelesir ke Surabaya. Tulisan ini awalnya saya buat untuk salah satu tugas kuliah, lalu saya ramu kembali beberapa kali untuk ditampilkan di blog. Kali ini, saya tuliskan lagi sebagai artikel untuk web AICT (Ambassador of Indonesian Culture & Tourism) Surabaya. Lebih tentang komunitas AICT Surabaya bisa dilihat di Tentang AICT Surabaya.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s